Atlet yang Terkena Sanksi Karena Keterlibatan di Casino. Tahun 2025 menjadi tahun hitam bagi dunia olahraga, di mana skandal judi casino dan taruhan ilegal menjerat puluhan atlet dari NBA hingga MLB dan NCAA. Pada Oktober, FBI menggeledah 34 orang dalam dua operasi judi ilegal, termasuk pemain dan pelatih NBA yang terlibat permainan poker curang dan manipulasi taruhan. Sanksi datang cepat: dari penangkapan federal hingga larangan seumur hidup, kasus-kasus ini mengingatkan bahwa adrenalin meja hijau bisa merusak karier seketika. Integritas olahraga terancam, dan liga-liga besar kini perketat aturan untuk cegah keterlibatan lebih lanjut. INFO CASINO
Skandal NBA: Penangkapan dan Investigasi Federal: Atlet yang Terkena Sanksi Karena Keterlibatan di Casino
Puncak kontroversi terjadi 23 Oktober 2025, ketika Chauncey Billups, pelatih Portland Trail Blazers dan anggota Hall of Fame, ditangkap atas dugaan keterlibatannya dalam skema poker ilegal yang melibatkan keluarga mafia seperti Bonanno, Genovese, dan Gambino. Bersama mantan pemain Damon Jones, Billups dituduh merekrut korban ke permainan curang di Las Vegas, Miami, dan Hamptons, menggunakan alat seperti mesin shuffling modifikasi dan meja X-ray untuk curi hingga 7 juta dolar. Jones, mantan rekan LeBron James, juga didakwa bocorkan info cedera Lakers untuk taruhan ilegal. NBA langsung selidiki, minta dokumen dari tim seperti Lakers, dan tahan gaji Billups 4,7 juta dolar serta Jones. Dampaknya: Billups absen latihan, tim Blazers goyah, dan diskusi soal regulasi taruhan NBA memanas.
Manipulasi Performa: Kasus Pemain Aktif NBA: Atlet yang Terkena Sanksi Karena Keterlibatan di Casino
Miami Heat guard Terry Rozier jadi sorotan utama ketika ditangkap di Orlando saat pembuka musim melawan Magic. Didakwa wire fraud dan money laundering, Rozier dituduh keluar awal dari pertandingan Hornets Februari 2023 dengan pura-pura cedera, biarkan teman taruh 200.000 dolar pada under props-nya. Ini bagian dari pola manipulasi tujuh game NBA 2023–2024. Rozier, yang dibersihkan NBA awalnya, kini hadapi sidang Desember dan gaji 26,6 juta dolar ditahan. Kasus mirip Jontay Porter, yang diban seumur hidup April 2024 karena bocorkan info rahasia dan underperform untuk taruhan, plus bertaruh pada game NBA meski tak main. Porter, yang vonis Desember, jadi contoh betapa cepat sanksi turun: dari kontrak dua arah Raptors ke blacklist total. Skandal ini picu NBPA protes, tuntut bayar gaji penuh selama proses hukum.
Sanksi di MLB dan NCAA: Dari Larangan Seumur Hidup hingga Pemecatan
MLB tak luput: Juli 2025, pitcher Cleveland Guardians Emmanuel Clase dan Luis Ortiz ditempatkan cuti berbayar atas tuduhan terima suap dari petaruh untuk lempar bola sengaja ke tanah, bukan strike, demi untung taruhan. Clase, gaji 4,5 juta dolar, dan Ortiz didakwa federal, hadapi hingga 65 tahun penjara meski kemungkinan ringan. Investigasi MLB sebut skema ini untungkan petaruh ratusan ribu dolar. Di NCAA, November 2025 jadi mimpi buruk: enam pemain basket pria dari tiga sekolah—Eastern Michigan, Temple, Arizona State, New Orleans, North Carolina A&T, dan Mississippi Valley—dibuat ineligible permanen karena coba fix game dan bocorkan info manipulasi performa. Ini tambah 14 atlet dari tujuh sekolah yang diban sejak 2024, termasuk investigasi Iowa-Iowa State yang jerat puluhan atlet lintas olahraga. NCAA cabut rencana izinkan taruhan pro sports, pilih ban total untuk lindungi integritas.
Kesimpulan
Skandal judi 2025 ini bukan kebetulan, tapi akibat ledakan taruhan legal sejak 2018 yang bikin batas kabur antara hiburan dan kecurangan. Dari Billups yang goyahkan Blazers hingga Porter yang hilang selamanya, sanksi ini tegas: penangkapan, larangan, dan tuntutan federal jadi harga mahal keterlibatan casino. Liga seperti NBA dan MLB kini evaluasi ulang regulasi, termasuk pelaporan cedera dan larangan prop bets, sementara NCAA pilih pendekatan konservatif. Bagi atlet, pesan jelas: meja hijau menggoda, tapi satu kesalahan bisa hapus legacy bertahun-tahun. Di tengah sorotan, prioritas harus kembali ke lapangan—di mana kemenangan sejati tak butuh curang.




